Jakarta – Kasus kanker usus besar atau kanker kolorektal pada usia muda, khususnya Generasi Z, menunjukkan tren yang kian mengkhawatirkan. Penyakit yang sebelumnya identik menyerang usia di atas 50 tahun, kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia produktif.
Sejumlah penelitian terbaru mengungkap, salah satu faktor yang kuat dikaitkan dengan lonjakan kasus ini adalah pola konsumsi makanan ultra-proses (ultra processed food/UPF) yang semakin mendominasi pola makan anak muda.
Baca juga: Korea Selatan Catat Kasus Kanker Usus Tertinggi di Dunia, Pola Makan Jadi Sorotan Utama
Makanan Ultra-Proses Diduga Tingkatkan Risiko
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional menyebutkan, konsumsi makanan ultra-proses berhubungan dengan meningkatnya risiko munculnya pertumbuhan jaringan abnormal di usus besar dan rektum, yang dikenal sebagai adenoma kolorektal. Kondisi ini dapat menjadi cikal bakal kanker jika tidak terdeteksi sejak dini.
Peneliti menemukan, individu yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi—hingga sekitar 10 porsi per hari—memiliki risiko jauh lebih besar dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sekitar tiga porsi per hari.
Baca juga: 5 Makanan Super yang Bisa Turunkan Risiko Stroke, Menurut Ahli Gizi

Jenis Makanan yang Perlu Diwaspadai
Makanan ultra-proses umumnya mencakup:
- Roti dan sereal sarapan instan
- Saus dan bumbu kemasan
- Minuman manis dan minuman buatan
- Camilan kemasan tinggi gula dan garam
- Makanan cepat saji
Jenis makanan ini biasanya mengandung banyak zat aditif, rendah serat, serta tinggi gula, lemak, dan garam.
Baca juga: Cegah Tulang Keropos Sejak Dini: Kunci Utamanya Bergerak Aktif dan Asupan Bergizi
Risiko Kesehatan Lain Juga Mengintai
Selain dikaitkan dengan kanker usus besar, pola konsumsi ultra-proses juga disebut berhubungan dengan penyakit lain seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular.
Para ahli menyarankan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mulai beralih ke pola makan berbasis makanan utuh (real food) seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Baca juga: Waspada! Diabetes Anak di Jakarta Meningkat Akibat Gaya Hidup Tak Aktif dan Pola Makan Buruk
Pentingnya Deteksi Dini
Karena kanker usus pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala, para pakar juga menganjurkan skrining lebih dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.
Baca juga: 4 Minuman Ampuh Penurun Gula Darah, Dijamin Aman dan Direkomendasikan Ahli Gizi!
Gejala yang patut diwaspadai antara lain:
- Perubahan warna tinja
- Nyeri perut berkepanjangan
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Anemia
- Sembelit yang tidak biasa
