Jakarta – Tren investasi emas digital terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia. Kemudahan transaksi melalui aplikasi, modal awal yang relatif kecil, serta fleksibilitas dalam membeli dan menjual emas membuat instrumen ini semakin diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda dan investor pemula.
Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko yang tidak bisa diabaikan. Kasus penutupan platform investasi emas di sejumlah negara Asia yang menimbulkan kerugian besar bagi ratusan ribu nasabah menjadi peringatan penting. Peristiwa ini menegaskan bahwa memilih platform yang tepat merupakan langkah krusial dalam menjaga keamanan dana dan aset.
Para pakar keuangan menekankan, investasi emas digital tetap harus diperlakukan dengan prinsip kehati-hatian yang sama seperti investasi lainnya. Berikut lima panduan utama yang perlu diperhatikan sebelum menentukan platform investasi emas digital.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian Meroket: UBS dan Galeri 24 Kompak Naik, Ini Daftar Lengkapnya

1. Legalitas dan Pengawasan Regulator
Pastikan platform yang dipilih memiliki izin resmi dan berada di bawah pengawasan lembaga terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Legalitas ini menjadi dasar perlindungan hukum bagi investor apabila terjadi sengketa atau gangguan operasional.
Platform yang legal umumnya juga lebih transparan dalam menyampaikan informasi terkait perusahaan, manajemen, serta mekanisme transaksi yang digunakan.
Baca juga: BTN Terapkan Sistem Baru Tagih Kredit Macet, Gunakan Teknologi dan Fokus ke Efisiensi
2. Kepastian Emas Fisik sebagai Underlying Asset
Salah satu aspek terpenting dalam investasi emas digital adalah jaminan bahwa emas yang dibeli benar-benar ada dalam bentuk fisik. Platform terpercaya biasanya menerapkan sistem 1:1, yaitu setiap gram emas digital yang tercatat di akun nasabah didukung oleh emas fisik yang disimpan di gudang penyimpanan (vault) berstandar keamanan tinggi.
Investor juga disarankan untuk memastikan adanya audit berkala oleh pihak independen guna menjamin keberadaan dan jumlah emas fisik tersebut.
3. Transparansi Harga dan Biaya
Harga emas digital seharusnya mengikuti pergerakan harga emas dunia dan ditampilkan secara real-time. Selain itu, investor perlu memperhatikan spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual.
Platform yang kredibel akan menjelaskan secara terbuka seluruh komponen biaya, termasuk biaya administrasi, biaya penyimpanan, maupun potensi potongan saat melakukan pencairan dana. Transparansi ini penting agar investor dapat menghitung potensi keuntungan dan risiko dengan lebih akurat.
Baca juga: Eks Bos Investree Jadi CEO di Qatar Saat Berstatus Buronan, OJK Geram dan Desak Pemulangan
4. Likuiditas, Buyback, dan Opsi Cetak Emas
Likuiditas menjadi faktor kunci dalam investasi emas digital. Pastikan platform menyediakan layanan buyback yang cepat dan mudah, sehingga investor dapat menjual emas kapan saja sesuai kebutuhan.
Selain itu, keberadaan opsi untuk mencetak emas digital menjadi emas fisik bersertifikat menjadi nilai tambah. Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih bagi investor yang ingin menyimpan emas dalam bentuk fisik atau menggunakannya untuk keperluan tertentu.
5. Reputasi, Keamanan Sistem, dan Layanan Nasabah
Rekam jejak perusahaan pengelola platform juga tidak boleh diabaikan. Platform yang telah lama beroperasi dan memiliki reputasi baik di industri keuangan umumnya lebih dapat dipercaya.
Dari sisi teknologi, sistem keamanan seperti autentikasi dua faktor (2FA), enkripsi data, serta perlindungan terhadap aktivitas mencurigakan menjadi standar minimum. Selain itu, kualitas layanan pelanggan juga penting, terutama dalam menangani keluhan, gangguan transaksi, atau pertanyaan terkait akun.
Edukasi dan Manajemen Risiko Tetap Diperlukan
Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), investasi emas digital tetap memiliki risiko. Fluktuasi harga emas global, nilai tukar, serta kebijakan moneter dapat memengaruhi nilai investasi.
Baca juga: Harga Emas Antam Turun Drastis Rp25 Ribu! Cek Daftar Harga Terbarunya di Sini
Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus meningkatkan literasi keuangan, tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen, serta menyesuaikan investasi dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.
Dengan menerapkan lima panduan tersebut, investor diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan investasi emas digital secara lebih bijak, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan potensi kerugian di masa depan.
