Kemenkes Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2, Kesempatan Berkarier di Program Strategis Kesehatan Nasional

Kemenkes Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2, Kesempatan Berkarier di Program Strategis Kesehatan Nasional

Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali membuka kesempatan kerja bagi lulusan strata satu (S1) dan strata dua (S2). Rekrutmen ini ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis di sektor kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan dan penguatan sistem kesehatan nasional.

Pembukaan lowongan ini menjadi bagian dari upaya Kemenkes dalam menjaring tenaga profesional yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta komitmen untuk mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Melalui rekrutmen ini, Kemenkes membuka peluang bagi para lulusan dan profesional untuk berkontribusi langsung dalam program-program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.

Baca juga: Lowongan Kerja Teknisi Listrik di Qatar Agustus 2025, Gaji Fantastis Tembus Rp28 Juta per Bulan

Kemenkes Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2, Kesempatan Berkarier di Program Strategis Kesehatan Nasional
Kemenkes Buka Lowongan untuk Lulusan S1 dan S2, Kesempatan Berkarier di Program Strategis Kesehatan Nasional

Sejumlah posisi dibuka dalam rekrutmen kali ini, dengan kualifikasi pendidikan dan pengalaman yang beragam. Posisi tersebut mencakup bidang pengadaan, pemantauan dan evaluasi program, hingga konsultan teknis yang berperan dalam pengelolaan peralatan dan sistem layanan kesehatan.

Salah satu posisi yang tersedia adalah Procurement Officer. Jabatan ini ditujukan bagi lulusan S1 dari jurusan manajemen, logistik, supply chain, atau bidang terkait. Kandidat diharapkan memiliki pengalaman dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya yang berkaitan dengan alat kesehatan dan kebutuhan medis. Posisi ini memiliki peran penting dalam memastikan proses pengadaan berjalan secara efisien, transparan, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Baca juga: PT KAI Buka 7 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3, D4, dan S1, Catat Tanggal Pendaftarannya!
Selain itu, Kemenkes juga membuka posisi Monitoring & Evaluation (M&E) Officer. Posisi ini ditujukan bagi lulusan di bidang kesehatan masyarakat, manajemen, atau bidang relevan lainnya. Tugas utama M&E Officer adalah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program, mengevaluasi capaian indikator, serta menyusun laporan yang menjadi dasar perbaikan kebijakan dan pelaksanaan program kesehatan.

Untuk lulusan S2, tersedia posisi Senior Biomedical Engineering Consultant. Jabatan ini mensyaratkan gelar magister dengan latar belakang teknik biomedis atau bidang terkait, serta pengalaman yang memadai dalam manajemen siklus hidup alat kesehatan. Konsultan ini akan berperan dalam analisis spesifikasi teknis, perencanaan pengadaan, serta pengelolaan peralatan medis di fasilitas layanan kesehatan. Kemampuan berbahasa Inggris dan pengalaman kerja internasional juga menjadi nilai tambah untuk posisi ini.

Rekrutmen ini dilaksanakan untuk mendukung proyek dan program yang bersifat nasional, sehingga para tenaga yang direkrut diharapkan siap bekerja secara profesional, memiliki kemampuan koordinasi yang baik, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui kanal resmi yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Pelamar diimbau untuk memperhatikan dengan saksama seluruh persyaratan administrasi, kualifikasi pendidikan, serta pengalaman kerja yang diminta untuk setiap posisi.

Baca juga: Pegadaian Buka Lowongan Kerja Specialist Strategic Portfolio Monitoring, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!

Melalui pembukaan lowongan ini, Kemenkes berharap dapat memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. Kesempatan ini dinilai menjadi peluang strategis bagi lulusan S1 dan S2 yang ingin membangun karier di sektor publik, sekaligus berperan aktif dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Rekrutmen ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola sistem kesehatan, mulai dari pengadaan yang lebih transparan, pemantauan program yang lebih terukur, hingga pengelolaan teknologi dan peralatan medis yang lebih modern dan efisien.